1.
VoIP Berbasis Open Source
(Briker)
Salah satu VoIP berbasis open
source adalah Briker. Briker adalah inovasi baru dalam bidang komunikasi yang
dikembangkan oleh Anton Raharja. Sama seperti VoIP Rakyat, Briker dikembangkan
dengan basis open source. Briker ini mulai dikembangkan sekitar pertengahan
tahun 2008. Pengembangannya tidak memakan waktu yang terlalu lama. Tidak sampai
setengah tahun, Distro (distribusi) Linux telah menyebar dan dimanfaatkan
banyak orang. Pengembangan dan penyebarannya itu sendiri juga tidak terlepas
dari peran tokoh teknologi informasi lain seperti Onno W. Purbo dan tim dari PT
Infotech Media Nusantara. Nama Briker dipilih tak terlepas dari fungsinya, yang
mirip “brik brik brik”. Jadi namanya disesuaikan dan berhubungan dengan telepon
atau interkom yang pernah tenar di tahun 1980-an. Akhirnya, Briker adalah nama
yang dipilih untuk VoIP berbasis opensource ini. Briker Bukan Pengganti VoIP
Rakyat, Briker dikembangkan dengan mengintegrasikan beragam software open
source. Daftar lengkapnya ada di dalam Briker itu sendiri, tidak rahasia sama
sekali. Singkatnya, dalam briker ada Linux, server VoIP, database, web server,
dan banyak lagi software pendukung lainnya. Beragam software itu pun punya
lisensi yang beragam. Antara lain LGPL, GPL, GPLv3, BSD License. Semuanya
terbuka untuk umum, dapat dibaca, dipelajari dan diubah.VoIP Rakyat dan Briker, keduanya sama-sama dikembangkan sebagai media
komunikasi. Jadi terdapat perbedaan antara Briker dengan VoIP Rakyat, VoIP
Rakyat adalah penyedia jasa telekomunikasi berbasis IP (internet protocol),
baik voice, video, maupun teks. VoIP Rakyat sifatnya gratis dan tidak resmi dan
memfokuskan diri pada pemanfaatan jaringan berbasis IP yang telah ada.
Sementara itu, Briker merupakan distro Linux baru yang khusus dibuat untuk
membantu masyarakat dalam memanfaatkan jaringan berbasis IP milik mereka yang
dapat dimanfaatkan untuk berkomunikasi, baik lewat suara atau video. Briker
juga bisa digunakan untuk membuat "VoIP Rakyat" menurut versi
penggunanya itu sendiri. Misalnya untuk digunakan dalam skala kecil seperti di
kampus, kantor, pabrik, atau closed user group lain.
Fitur – fitur yang
dimiliki Briker adalah :
a. Briker IPPBX Core
· Multiple VoIP
protocol supported: SIP, IAX2 , H.323
· Multiple
analog and digital telephony device supported
· Multiple voice
codec supported: ulaw, alaw, gsm, g723, g729
· Multiple video
codec supported: h264, h263p, h263, h261
· Voice and
video calling and conference
· Unlimited
registered accounts
· Up to maximum
1000 online accounts per server
· Up to maximum
240 concurrent calls
b. IPPBX Administration
· Outbound and
Inbound routing
· Analog,
digital and IP trunks support
· ENUM lookup
support
· Interactive
Voice Response (IVR) system
· Automatic Call
Distribution (ACD)
· Ring Group
· Call
forwarding and follow me
· Voice-mail
configuration
· Direct Inward
System Access (DISA)
· Music on hold
· Secure
authenticated call termination by pin sets
c. Billing
Administration
· Prepaid and
postpaid billing
· Auto refill
balance, recurring service
· Multiple
currency supported
· Call Detail
Records (CDR)
· Least Cost
Routing (LCR)
· Progressive
billing
· Export report
to PDF & CSV
· Generate
invoices to PDF format
d. Server Administration
· User and
groups configuration
· Date/time
configuration
· DHCP server
configuration on web
· Web based
Network configuration
· Reboot and
shutdown server from web D
Dapat disimpulkan bahwa Briker adalah PBX
berbasis IP ( IPPBX) yang berbentuk software. Artinya, dengan menginstall
Briker pada komputer, maka komputer itu berubah jadi mesin PBX (private branch
exchange) dengan kemampuan telekomunikasi via jaringan IP. Jadi sebenarnya
penggunaan Briker tidak selalu harus terhubung dengan VoIP Rakyat, bahkan tidak
perlu harus ada internet, cukupLAN saja. Semakin banyak Briker terpasang dan
saling berhubungan melalui VoIP Rakyat, semakin besar pula jaringan
telekomunikasi berbasis IP gratis versi non-operator resmi.
Selain itu VoIP adalah sebuah teknologi yang
memanfaatkan Internet Protocol untuk
menyediakan komunikasi suara jarak jauh secara langsung. Sinyal suara analog
yang di dengar ketika berkomunikasi di telepon diubah menjadi data digital dan dikirimkan melalui jaringan
berupa paket-paket data secara real time.
Bentuk paling sederhana dalam sistem VoIP adalah dua buah komputer terhubung
dengan internet. Syarat-syarat dasar untuk mengadakan koneksi VoIP adalah
komputer yang terhubung ke internet, mempunyai kartu suara yang dihubungkan
dengan speaker dan mikrofon. Dengan
dukungan perangkat lunak khusus, kedua pemakai komputer bisa saling terhubung
dalam koneksi VoIP satu sama lain. Bentuk hubungan tersebut bisa dalam bentuk
pertukaran file, suara, gambar.
Penekanan utama dalam VoIP adalah hubungan keduanya dalam bentuk suara. Jika
kedua lokasi terhubung dengan jarak yang cukup jauh (antar kota, antar negara)
maka bisa dilihat keuntungan dari segi biaya. Kedua pihak hanya cukup membayar
biaya pulsa internet saja.
Secara umum VoIP merupakan wujud dari
layanan telepon dengan menggunakan sistem komunikasi Packet Switched. Packet
switched network adalah jaringan-jaringan yang dihubungkan oleh router, dimana setiap host yang terhubung dalam jaringan
tersebut secara teori, dapat mengirimkan paket data kepada host yang lain.
Paket tersebut berisi alamat yang dituju,
dan router meneruskan paket tersebut
ke alamat yang dituju tersebut. Protokol
packet switched ini membagi data menjadi paket-paket sebelum dikirim.
Protokol ini menggunakan prinsip multiplexing,
di mana paket-paket tersebut dapat melalui jalur-jalur yang berbeda bersama
paket-paket yang berasal dari data lain untuk sampai di tujuan. Begitu sampai
di tujuan, paket-paket tersebut akan dirangkai kembali menjadi data asli. Untuk
menyediakan layanan telepon konvensional, diperlukan sebuah protokol yang mampu
membangun sebuah sesi komunikasi antar pengguna. Protokol ini disebut juga dengan
Signaling protocol.
1
Signaling Protocol
Signaling Protocol dalam VoIP digunakan untuk membangun atau memutuskan sesi komunikasi, menyimpan
informasi mengenai letak user, dan
menegosiasikan kapabilitas.
Protokol-protokol yang umum dipakai dalam VoIP adalah SIP, H.323, dan
MGCP. Salah satu signaling protocol
adalah Session Initiation Protocol
(SIP). Berikut adalah kelebihan dari SIP (Raharja, 2006) :
·
Mudah
diimplementasikan.
Membangun jaringan VoIP berbasiskan komponen-koniponen SIP lebih mudah
karena perangkat
lunakyang digunakan banyak yang berlisensi open source dan mudah diperoleh
serta status produksinya setara
dengan komersil.
·
Mampu bekerja untuk user agent yang berada di belakang NAT(Network Address Translation) atau common firewall dengan
relatif mudah.
§ Kualitas suara dan
sebagian besar penggunaan bandwidth diserahkan pada peer-to-peer.
SIP (Session Initiation Protocol)
adalah protokol yang digunakan untuk inisiasi, modifikasi, dan terminasi sesi
komunikasi VoIP. SIP adalah protokol open
standard yang di publikasikan oleh IETF, RFC 2543, dan RFC 3261. Selain
digunakan untuk negosiasi sesi komunikasi suara, SIP juga dapat digunakan untuk
negosisasi sesi komunikasi data media lain seperti video dan teks. Disebutkan
sebagai hanya menggunakan “negosiasi sesi komunikasi” adalah karena SIP hanya
mengatur bagaimana cara membangun dan menutup sebuah sesi komunikasi bukan media transfer protocol. Artinya SIP
tidak mengantar data media (suara, video
dan teks).
Melainkan hanya menciptakan, mengatur dan menghentikan sesi komunikasi
multimedia antara dua atau lebih peserta.
Fungsi SIP antara lain:
1. Call
initiation : membangun
sebuah sesi komunikasi dan mengundang user lain untuk bergabung di dalam sesi
komunikasi.
2. Call
Modification : bila perlu,
SIP dapat memodifikasi sesi komunikasi.
3. Call
termination : menutup sesi
komunikasi.
4.
Presence : mengetahui status user dan
mengumumkan status user pada user lain, online atau offline, away atau busy.
Ketika sebuah sesi komunikasi telah terbuka, maka ada protokol lain yang
bekerja untuk mengantarkan data-data suara yang telah dipaketkan sehingga dapat
direkonstruksi dengan baik pada tujuannya. Protokol ini disebut juga dengan media transfer protocol.
2 PBX
(Private Branch Exchange)
PBX atau biasa disebut phone switch adalah perangkat yang menghubungkan telepon-telepon
dalam suatu jaringan lokal dengan jaringan telepon umum. Fungsi utama dari PBX
adalah untuk mengatur panggilan yang datang dari dan ke extension atau cabang tertentu sesuai dengan yang dituju dalam
jaringan lokal tersebut, dan untuk membagi saluran telepon di antara semua extension. Extension adalah sebuah nama atau nomor yang merepresentasikan user dari PBX ini. Saat ini, telah
banyak fitur-fitur lain yang dimiliki PBX, antara lain seperti automated greetings untuk pemanggil,
koneksi ke voice mail, automatic call distribution (ACD) ,
telekonferensi, dan lainnya.
3 Media Gateway
Media Gateway adalah komponen SIP yang berfungsi untuk
menjembatani protokol yang berbeda, dalam hal ini SIP dengan protokol lainnya
seperti H.323, MGCP, maupun dengan
telepon analog (PSTN). Umumnya media
gateway di pakai untuk menghubungkan antara SIP dan PSTN. Ada 2 tipe interface yang terdapat dalam media gateway yaitu :
- FXO
(Foreign Exchange Office) : interface yang menggantikan telepon
analog untuk hubungkan ke PSTN atau ke PBX.
- FXS
(Foreign Exchange Subscriber) : interface yang menggantikan PSTN untuk
hubungkan ke peralatan seperti telepon analog, modem, fax, dan lain-lain.
Tugas utama dari gateway
adalah melakukan kompresi/dekompresi voice
call atau fax, routing, call routing, dan control
signaling.
4 Codec
Coder-Decoder atau Codec
merupakan sebuah teknik untuk memetakan suara analog yang telah disampling ke
dalam bentuk digital. Agar dapat
melewati jalur packet switch dengan
baik, VoIP membutuhkan proses coder
atau decoder. Proses ini mengkonversi
sinyal audio menjadi data digital yang
dipadatkan (kompresi) untuk kemudian dikirim lewat jalur internet. Dititik
lain, data dikembangkan lagi (dekompresi), dan diubah menjadi sinyal analog.
Konversi codec
bekerja dengan cara memotong bagian sinyal (sampling)
audio ke dalam jumlah tertentu per
detiknya. Jika data hasil kompresi berhasil diterima di titik lain, proses
selanjutnya adalah perakitan ulang. Data yang dirakit tidak selengkap data saat
pertama kali dikirim, ada beberapa bagian yang hilang. Akan tetapi bagian yang
hilang sangat kecil sehingga tidak terdeteksi oleh telinga manusia.
Codec mempengaruhi kebutuhan bandwidth untuk VoIP, semakin kecil bitrate sinyal digital yang dihasilkan codec, maka semakin baik codec
tersebut. Namun perhitungan matematis yang dilakukan menjadi semakin rumit dan
ini mempengaruhi kualitas suara setelah di-decode.
Codec juga bekerja menggunakan algoritma tertentu
untuk membantunya memecah, mengurutkan, mengkompresi, dan merakit ulang audio data yang ditransmisikan. Salah
satu algoritma yang populer digunakan dalam teknologi VoIP ada CS-ACELP (Conjugate-Structure Algebraic Code-Exited
Linear Prediction).
5 Softswitch Asterisk
Dalam proses komunikasi VoIP, sebuah “kantor
pusat” dibutuhkan VoIP untuk menampung data alamat IP dan nomor telepon yang
teregistrasi kepadanya. “kantor pusat” itu dikenal dengan softswitch.
Softswitch bertugas menampung seluruh data alamat IP
dan nomor telepon (extension) yang
ada untuk kemudian dihubungkan satu dengan yang lainnya membentuk interkoneksi
yang lebih besar. Karena bertugas menampung seluruh titik terminal VoIP, softswitch harus mengetahui alamat
terminal dan nomor telepon yang terhubung kepadanya.
Saat ini softswitch yang
banyak digunakan dalam jaringan VoIP IP
PBX adalah Asterisk. Asterisk merupakan software PBX open source yang dapat dijalankan pada berbagai sistem operasi,
seperti Linux, BSD, Mac OS bahkan di Windows. Asterisk hanya membutuhkan
perangkat keras minimum dan tidak membutuhkan perangkat tambahan.
Dengan menggunakan protokol session
initiation protocol (SIP) atau inter-asterisk
exchange (IAX), asterisk dapat
membuat dan menerima panggilan melalui internet atau integrasikan dengan hardware tertentu seperti kartu PCI
T1/E1 untuk hubungan PSTN. Fitur-fitur yang terdapat dalam asterisk antara lain
: call conference, call monitoring, call
forwarding, call parking, call routing, caller ID, caller ID blocking, calling
cards, IVR, music hold on, voice mail, dan lainnya.
Beberapa contoh orientasi bisnis perangkat lunak soft phone adalah :
Ini
adalah Session Initiation Protocol
(SIP) berbasis produk yang tersedia dalam dua edisi gratis dan untuk
perusahaan. Ia bekerja dengan provider
seperti Asterisk dan sipgate.
Ponsel lain Windows berbasis software, hanya untuk jaringan H.323.
Pelanggan dapat menggunakan ArrowPhone dalam jaringan VPN dengan firewall.
Sebuah versi demo gratis tersedia untuk di-download.
Menggunakan "microSIP"
stack dan berjalan tidak hanya pada
Windows tetapi juga pada CE / Pocket PC dan Windows Mobile, dengan versi Linux
dan Symbian direncanakan untuk masa depan. Memiliki web berbasis antarmuka yang memungkinkan pengguna untuk membuat dan
menerima panggilan melalui halaman web.
Free IAX2 soft
phone untuk Windows.
Free soft phone untuk Windows, Macintosh OS X, dan Linux.
Berbasis Java open source client
VoIP yang mendukung baik audio dan video
melalui sesi IPv4 dan IPv6.
6 .Tools
pada VoIP
Terdapat beberapa tools yang di gunakan dalam teknologi
VoIP adalah sebagai berikut :
a)
Hard Phones (IP Phone)
IP
Phone adalah sebuah telepon yang terhubung ke IPPBX atau SIP server melalui
IP network sehingga dapat melakukan
komunikasi VoIP.
IP
phone dapat berupa perangkat lunak atau perangkat keras.
Sebuah kategori khusus Hard Phone
memiliki modem built-in di tempat port Ethernet. Ponsel ini menggunakan
layanan dial-up untuk terhubung ke server VoIP yang jauh dan dengan
demikian tidak memerlukan koneksi broadband.
b)
VoIP Interface
Cards
VoIP interface cards adalah expansion
card yang masuk ke dalam slot PCI
komputer untuk menambah kemampuan VoIP.
Pengguna dapat plug beberapa saluran
telepon menjadi kartu tunggal, menginstal perangkat lunak yang bekerja dengan
kartu, dan menciptakan sebuah sistem yang secara otomatis dapat menjawab dan
mengarahkan panggilan dan pesan suara rekaman mail.
Cara yang paling sederhana
dan paling umum adalah dengan menggunakan suatu alat yang disebut ATA. ATAmemungkinkan kita untuk
menghubungkan pesawat telepon biasa ke komputer atau disambungkan ke internet
untuk dipakai VoIP. ATA
adalah alat pengubah sinyal dari analog menjadi digital. Cara kerjanya adalah
mengubah sinyal analog dari telepon dan mengubahnya menjadi data digital untuk
di transmisikan melalui internet. Provider
seperti VONAGE dan AT&T Callvantage membuat alat ATA dan memberikannya
secara gratis kepada pelanggannya sebagai bagian dari servis mereka. Mereka
tinggal membuka ATA, memasang kabel telepon ke alat, danVoIPsudah bisa
digunakan. Beberapa jenis ATA dipaket dan di-bundle beserta software
tambahan yang harus diinstalkan pada komputer untuk melakukan konfigurasi ATA.
d)Digital
Telephone Adapters (DTAs)
DTA, disebut juga handset gateway, yang memungkinkan
bisnis dengan handset PBX untuk
menggunakan infrastruktur yang ada untuk panggilan VoIP. Sebuah IP PBX, yang
dapat menggantikan PBX itu sendiri, terintegrasi dengan semua bawaan handset yang sudah ada pada sebuah
perusahaan tanpa membuat perusahaan tersebut mengganti sebuah handset.Handset Gateway bisa didapat
dari Citel dan Intel.
Perangkat ini menghubungkan jaringan VoIP
dengan sistem PSTN, memungkinkan panggilan antara telepon VoIP dan PSTN atau
telepon genggam. Gateway melakukan
kompresi dan dekompresi transmisi suara, serta panggilan routing. Gateway VoIP
dapat antarmuka dengan gatekeeper, softswitches, atau pengendali eksternal
lainnya, dan dapat menggabungkan fitur seperti manajemen jaringan dan
akuntansi.
Gateway VoIP juga dikenal sebagai gateway media. Mereka dibuat oleh banyak
perusahaan yang sama terdaftar di bagian telepon IP, serta Nortel , SysMaster , dan Oki Network Technologies.
Voice over Internet Protocol adalah teknologi yang memungkinkan
percakapan suara jarak jauh melalui jaringan. VoIP merubah sinyal suara menjadi
sinyal digital dan melakukan transmisi melalui jaringan dan merubah sinyal digital
kembali menjadi sinyal suara.
7.
MPLS (MultiProtocol Label Switching)
Multiprotocol
Label Switching(MPLS)
adalah arsitektur network yang didefinisikan oleh IETF untuk memadukan
mekanisme label swapping di layer
2 dengan routing di layer 3
untuk mempercepat pengiriman paket. Menurut Cisco System Learning 2006, Multiprotocol Label Switching (MPLS)
adalah sebuah metode untuk meneruskan paket melalui suatu jaringan. Teknologi
MPLS diciptakan untuk membawa aplikasi yang critical
melalui jaringan Wide Area Network
dengan kecepatan tinggi.
Meningkatnya jumlah pengguaan layanan VoIP, sehingga jaringan backbone pada VoIP harus mempunyai
standar kualitas untuk mencegah tingginya jitter,
packet loss, delay. Sehingga penulis menggunakan jaringan berbasis QoE
dengan menggunakan backbone MPLS
sebagai routing protokolnya.
Penulis memilih untuk menggunakan protokol MPLS dibandingkan
dengan protokol yang lainnya seperti Frame
Relay dan ATM (Asynchronous Transfer Mode) karena
berbagai pertimbangan berikut (Kaimal, 2012) :
·
Frame
Relay dan ATM, memiliki kekurangan dalam peningkatan performansi jaringan
karena lebih rumit dalam penggunaannya maka itu dikembangkanlah MPLS yang dapat
memberikan solusi yang lebih baik untuk VPN, QOS, security, traffic
engineering, dan lain-lain.
·
MPLS
lebih cepat dalam pengiriman paket karena MPLS hanya melakukan enkapsulasi
paket IP, dengan memasang header MPLS. Dan hanya menggunakan 20bit untuk label,
sedangkan ATM memecah paket-paket IP, dan menggunakan 53bit dalam pengiriman
paket.
·
MPLS
memiliki skalabilitas yang lebih baik karena sangat fleksibel, mudah, dan cepat dalam tahapan konfigurasi pengembangan.
Sedangkan ATM memiliki skalabilitas yang kurang baik sehingga mengakibatkan
perlunya investasi tinggi untuk implementasinya.
Keuntungan menggunakan
MPLS antara lain (Satkomindo) :
·
Multiservices Offering
Service yang ditawarkan MPLS
dapat menampung banyak aplikasi voice.
·
Provisioning Scalability
Tahapan jaringan backbone MPLS sangat fleksibel, mudah, dan cepat dalam
tahapan konfigurasi pengembangan.
·
Manageability
Jaringan MPLS mempunyai
NMS (Network Monitoring System) yang
terpusat sehingga memudahkan pengawasan jaringan dan fleksibel dalam mengatur jaringan.
MPLS juga memberikan fitur keamanan dengan menggunakan label untuk membedakan pelanggan yang
satu dengan pelanggan lainnya. Diatas jaringan yang sama, titik yang memiliki
label yang sama terhubung, sehingga MPLS memiliki tingkat keamanan yang sangat
baik.
Berikut adalah beberapa
kelebihan dengan menggunakan MPLS :
a.
MPLS mengurangi banyaknya
proses pengolahan yang terjadi di IP routers, serta memperbaiki kinerja
pengiriman suatu paket data.
b.
MPLS juga bisa menyediakan Quality
of Experience (QoE) dalam jaringan backbone, dan dapat menghitung parameter QoE sehingga
setiap layanan paket yang dikirimkan akan mendapat perlakuan yang berbeda
sesuai dengan skala prioritasnya.
Berbeda
dengan teknologi routing lainnya yang
melihat alamat tujuan sebanyak 32-bit setiap kali melawati satu node ke node lainnya sedangkan MPLS hanya membaca 20-bit nilai alamat saat
memasuki router MPLS pertama kali.
MPLS juga memasukan headerlayer 2 dan
layer 3 yang berfungsi mengurangi
kinerja kerja dari layer 3 agar
pengiriman paket data dapat lebih cepat.
Header pada MPLS
terdapat 4 field, yaitu:
1.
Label 20 bit.
Label yang berisi alamat sebanyak 20 bit yang nantinya akan berfungsi sebagai
pengiriman data yang lebih cepat dari paket biasa.
2. Time
To Live (TTL) 8 bit.
Time To Live merupakan banyaknya hop yang akan di lewati oleh paket MPLS. TTL akan berkurang 1 jika
setiap 1 kali melewati hop tujuan.
Karena TTL tersedia sebanyak 8 bit, maka banyaknya hop maksimum yang dapat di lewati paket MPLS adalah 256 hop.
3. Stack.
Stack akan bernilai 0 jika hop yang
dilewati bukan hop MPLS terakhir.
Sedangkan stack akan bernilai 1 jika hop yang dilewati murapakan hop MPLS terakhir.
4. Experiment
Use (exp).
Experiment use atau bisa di sebut sebagai CoS (class of service) berfungsi sebagai
skala penentuan prioritas pengiriman paket pada MPLS. Header pada MPLS yang terbagi, terdapat pula komponen MPLS yang
mendukung performasi kerja proses pengiriman data itu sendiri.
Selain
dibutuhkannya header didalam MPLS, dibutuhkan juga parameter – parameter MPLS
didalam jaringan. Berikut adalah parameter yang berguna untuk pengecekan
pengiriman data di dalam protokol MPLS (Anonim, 2013) :
a. Node.
Router pada jaringan MPLS yang akan meneruskan paket yang diterimanya
berdasarkan label. Disini node bekerja sebagai Router.
b. Label.
Merupakan header tambahan yang diletakkan diantara layer 2 dan IP header.
c. Ingress
Node.
MPLS node yang mengatur traffic
saat paket memasuki MPLS. Ingress node
biasa juga disebut PE (Provider Edge)
router .
d. MPLS
Egress Node.
MPLS node yang mengatur traffic
saat paket meninggalkan MPLS. Egress node
biasa disebut juga PE (Provider Edge)
router.
e.
Label Edge Router (LER).
MPLS node yang menghubungkan sebuah MPLS domain dengan node yang
berada diluar MPLS domain atau
jaringan internet biasa.
f.
Label Switch Path (LSP).
Merupakan jalur yang terbentuk
dari serangkaian satu atau lebih Label
Switching Hop dimana paket diteruskan oleh Label Swapping berdasarkan tabel Forwarding Equivalent Class (FEC) dari satu MPLS node ke MPLS node yang lain.
g.
Label Switching Router (LSR).
Router yang mendukung MPLS Forward, LSR biasa disebut juga PR (provider router). Agar lebih mudah, LSR adalah kumpulan LER
yang terhubung.
MPLS mempunyai beberapa kelebihan dalam jaringan
seperti :
1.
Speed Rate.
Pembacaan alamat pada jaringan
IP sebanyak 32 bit, sedangkan MPLS cukup melihat label yang berisi alamat tujuan sebanyak 20 bit . hanya dengan
melihat perbedaan besar tentu dapat mengetahui perbedaan kecepatan pengiriman
data.
2. Scalability.
MPLS dapat berhubungan dengan
jaringan IP lainnya, alat yang dibutuhkan untuk membangun teknologi MPLS ini
adalah router yang telah ter-upgrade teknologi MPLS itu sendiri.
3. Traffic
Engineering.
MPLS memiliki Protokol IGP (interior Gateway Protocol) yang
merupakan routingprotocol link state.
IGP menggunakan Routing Protocol
OSPF, Karena OSPF di MPLS sebagai serangkaian prosedur dan alat yang dirancang
untuk mengukur lalu lintas didalam ISP dan memberikan feedback sehingga lalu lintas dapat diatur. OSPF akan menentukan
jalur berdasarkan performasi kerja router, kemungkinan kecil atau tidak adanya collision, dan buffering. sehingga memungkinkan data terkirim lebih cepat. OSPF
selain sebagai router-id juga sebagai
feedback untuk menjaga skalabilitas
saat proses routing.